10 KIAT BERSABAR DALAM MENDIDIK ANAK #2

Kiat bersabar dalam mendidik anak #2 MERUBAH TANPA KRITIK PEDAS

Anak-anak senang mencari perhatian orang tuanya. Dan mereka pandai menemukan titik lemah orang tuanya. Misal, ada orang tua tidak tega jika melihat anaknya menangis dan akhirnya menyerah pada keinginan anak. Sebagai orang tua yang berpikir positif, berikan anak perhatian ketika anak berperilaku baik. Dan usahakan tidak berlebihan dalam memperhatikan tingkah laku negatif anak. Karena hal itu akan membuat anak mengambil kesimpulan bahwa daripada tidak diperhatikan, lebih baik dimarahi.

Kritikan yang dilontarkan pada anak secara terus menerus akan membuat anak kehilangan rasa percaya dirinya. Mengkritik tetap dibutuhkan, tetapi terlalu sering tetap tidak baik. Berikut ini beberapa pendekatan dalam mengkritik:

1. Beritahukan nama perasaan

Jika anak kita marah, sampaikan pada anak nama perasaan yang sedang dialaminya.

Contoh kasus:

Sani, 4 tahun, tiba-tiba melemparkan seluruh mainannya. Sani merasa ibu tidak mendengar permintaannya karena pada waktu yang sama ibu sedang menerima telepon.

Penyelesaian:

Hindari menyelesaikan masalah ini dengan memarahi anak. Segeralah mencari titik temu dengan menamai perasaan Sani. “oh, maaf sayang, ibu tahu kamu sedang marah sampai membuang seluruh mainanmu. Marah boleh, tapi tidak lempar-lempar barang”, sambil langsung mengambil mainan yang sudah dilempar dan akan dilempar.

2. Tunjukkan ciri positif anak

Daripada mengkritik anak karena kesalahannya, lebih baik tunjukkan ciri positif anak.

Contoh kasus:

Ibu Retno tahu betul kelakuan Fahri akhir-akhir ini disekolah. Laporan tidak mengenakkan sudah diterimanya dari ‘intel-intel’nya disekolah, seperti bapak guru dan teman-teman Fahri.

Penyelesaian:

Hari ini dan juga insya Allah hari berikutnya ibu Retno akan menyambut Fahri pulang sekolah dengan lebih  baik. Salah satunya adalah melalui obrolan ringan saat makan siang bersama “eh, ibu kaget lho sama kamu tadi di sekolah. Biasanya kamu dapat bermain baik dengan teman-temanmu”

3. Jelaskan harapan kita

Jelaskan pada anak agar dia tahu apa harapan dan keinginan kita  dengan singkat. Gunakanlah bahasa mereka.

Contoh kasus:

Salah satu tingkah Oman yang kurang disenangi bundanya adalah bermain dengan suara berisik saat bundanya menelpon. Oman tahu betul bahwa bunda pasti marah dan ngomel kalau dia bersikap seperti itu. Anehnya, meski tahu bundanya akan marah, Oman merasa tidak perlu mengubah kebiasaannya, bahkan akhir-akhir ini suaranya lebih berisik dibanding sebelumnya.

Penyelesaian:

Cobalah berhenti mengomel dan mengobral rasa marah dengan kata-kata yang menjemukan anak-anak. Dekatilah Oman dan ucapkan perasaan kita dengan jelas. “Bunda ingin kamu bermain tidak dengan suara keras, karena bunda akan menelpon tante Meta.” Jangan lupa memberikan pujian ketika anak mau diajak kerja sama.

4. Kritiklah tingkah laku anak BUKAN anaknya

Ini suatu kelumrahan memang. Sering orang tua bias dalam dalam memberikan kritik pada anak. Tanpa sadar yang kita kritik adalah anaknya bukan tingkah lakunya.

Contoh kasus:

Azmi, 7 tahun, terkenal keras dan suka bertengkar dengan teman-temannya meski ia berbadan kecil. Saking kerasnya, teman-temannya menganggap Azmi kasar dan tidak mau mengajak  main lagi.

Penyelesaian:

Lebih baik kita mengatakan: “tidak baik bertengkar terus dengan teman” (mengkritik tingkah lakunya) daripada “kamu jelek banget deh klo bertengkar terus dengan temanmu” (mengkritik anaknya)

Penelitian mengatakan anak-anak yang dibesarkan dengan kecaman/kritikan kepada pribadinya akan mengalami kendala dalam bermasyarakat.

…bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: